Kalian pasti ingat ketika anda di SMP atau SMA , mungkin anda pernah belajar Fisika atau Kimia ?. Bagi anda yang ingin melaksanakan Ujian Nasional atau UN, jangan gelisah berikut ini adalah tokoh-tokoh yang terlibat dalam Ilmu tersebut untuk menghilangkan rasa cemas dan gelisah :).
1.Sir Isaac Newton
(Penemu Hukum Newton)
 |
| Sir Isaac Newton saat berumur 46 tahun |
Sir Isaac Newton FRS (lahir di
Woolsthorpe-by-Colsterworth,
Lincolnshire,
4 Januari 1643 – meninggal
31 Maret 1727 pada umur 84 tahun;
KJ: 25 Desember 1642 – 20 Maret 1727) adalah seorang
fisikawan,
matematikawan, ahli
astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan
teolog yang berasal dari
Inggris.
Ia merupakan pengikut aliran heliosentris dan ilmuwan yang sangat
berpengaruh sepanjang sejarah, bahkan dikatakan sebagai bapak ilmu
fisika klasik.
[1]
Karya bukunya
Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica
yang diterbitkan pada tahun 1687 dianggap sebagai buku paling
berpengaruh sepanjang sejarah sains. Buku ini meletakkan dasar-dasar
mekanika klasik.
Dalam karyanya ini, Newton menjabarkan hukum gravitasi dan tiga hukum
gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga
abad. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di
Bumi
dan benda-benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum-hukum
alam yang sama. Ia membuktikannya dengan menunjukkan konsistensi antara
hukum gerak planet Kepler dengan teori gravitasinya. Karyanya ini
akhirnya menyirnakan keraguan para ilmuwan akan
heliosentrisme dan memajukan
revolusi ilmiah.
Dalam bidang
mekanika, Newton mencetuskan adanya prinsip kekekalan
momentum dan
momentum sudut. Dalam bidang
optika, ia berhasil membangun
teleskop refleksi yang pertama
[2] dan mengembangkan teori
warna
berdasarkan pengamatan bahwa sebuah kaca prisma akan membagi cahaya
putih menjadi warna-warna lainnya. Ia juga merumuskan hukum pendinginan
dan mempelajari
kecepatan suara.
Dalam bidang matematika pula, bersama dengan karya
Gottfried Leibniz yang dilakukan secara terpisah, Newton mengembangkan
kalkulus
diferensial dan kalkulus integral. Ia juga berhasil menjabarkan teori
binomial, mengembangkan "metode Newton" untuk melakukan pendekatan
terhadap nilai nol suatu fungsi, dan berkontribusi terhadap kajian
deret pangkat.
Sampai sekarang pun Newton masih sangat berpengaruh di kalangan
ilmuwan. Sebuah survei tahun 2005 yang menanyai para ilmuwan dan
masyarakat umum di
Royal Society mengenai siapakah yang memberikan kontribusi lebih besar dalam sains, apakah Newton atau
Albert Einstein, menunjukkan bahwa Newton dianggap memberikan kontribusi yang lebih besar.
[3]
Masa-masa Awal
Isaac Newton dilahirkan pada tanggal 4 Januari 1643
[KJ: 25 Desember 1642] di
Woolsthorpe-by-Colsterworth, sebuah
hamlet (desa) di
county Lincolnshire. Pada saat kelahirannya, Inggris masih mengadopsi
kalender Julian,
sehingga hari kelahirannya dicatat sebagai 25 Desember 1642 pada hari
Natal. Ayahnya yang juga bernama Isaac Newton meninggal tiga bulan
sebelum kelahiran Newton. Newton dilahirkan secara prematur; dilaporkan
pula ibunya,
Hannah Ayscough,
pernah berkata bahwa ia dapat muat ke dalam sebuah cangkir (≈ 1,1
liter). Ketika Newton berumur tiga tahun, ibunya menikah kembali dan
meninggalkan Newton di bawah asuhan neneknya, Margery Ayscough. Newton
muda tidak menyukai ayah tirinya dan menyimpan rasa benci terhadap
ibunya karena menikahi pria tersebut, seperti yang tersingkap dalam
pengakuan dosanya: "Threatening my father and mother Smith to burn them
and the house over them."
[4]
Isaac Newton (
Bolton, Sarah K. Famous Men of Science. NY: Thomas Y. Crowell & Co., 1889)
Berdasarkan pernyataan E.T. Bell (1937, Simon and Schuster) dan H. Eves:
| “ |
Newton memulai sekolah
saat tinggal bersama neneknya di desa dan kemudian dikirimkan ke sekolah
bahasa di daerah Grantham dimana dia akhirnya menjadi anak terpandai di
sekolahnya. Saat bersekolah di Grantham dia tinggal di-kost milik
apoteker lokal yang bernama William Clarke. Sebelum meneruskan kuliah di
Universitas Cambridge pada usia 19, Newton sempat menjalin kasih dengan
adik angkat William Clarke, Anne Storer. Saat Newton memfokuskan
dirinya pada pelajaran, kisah cintanya dengan menjadi semakin tidak
menentu dan akhirnya Storer menikahi orang lain. Banyak yang menegatakan
bahwa dia, Newton, selalu mengenang kisah cintanya walaupun selanjutnya
tidak pernah disebutkan Newton memiliki seorang kekasih dan bahkan
pernah menikah. |
” |
Sejak usia 12 hingga 17 tahun, Newton mengenyam pendidikan di sekolah
The King's School
yang terletak di Grantham (tanda tangannya masih terdapat di
perpustakaan sekolah). Keluarganya mengeluarkan Newton dari sekolah
dengan alasan agar dia menjadi petani saja, bagaimanapun Newton tidak
menyukai pekerjaan barunya
[5].
Kepala sekolah King's School kemudian meyakinkan ibunya untuk mengirim
Newton kembali ke sekolah sehingga ia dapat menamatkan pendidikannya.
Newton dapat menamatkan sekolah pada usia 18 tahun dengan nilai yang
memuaskan.
Pada Juni 1661, Newton diterima di
Trinity College Universitas Cambridge sebagai seorang
sizar (mahasiswa yang belajar sambil bekerja).
[6] Pada saat itu, ajaran universitas didasarkan pada ajaran
Aristoteles, namun Newton lebih memilih untuk membaca gagasan-gagasan filsuf modern yang lebih maju seperti
Descartes dan
astronom seperti
Copernicus,
Galileo, dan
Kepler.
Pada tahun 1665, ia menemukan teorema binomial umum dan mulai
mengembangkan teori matematika yang pada akhirnya berkembang menjadi
kalkulus. Segera setelah Newton mendapatkan gelarnya pada Agustus 1665, Universitas Cambridge ditutup oleh karena adanya
Wabah Besar.
Walaupun dalam studinya di Cambridge biasa-biasa saja, studi privat
yang dilakukannya di rumahnya di Woolsthorpe selama dua tahun
mendorongnya mengembangkan teori
kalkulus,
optika, dan
hukum gravitasi. Pada tahun 1667, ia kembali ke Cambridge sebagai pengajar di Trinity.
[7]
Masa Dewasa
Matematika
Kebanyakan ahli sejarah percaya bahwa Newton dan
Leibniz mengembangkan
kalkulus
secara terpisah. Keduanya pula menggunakan notasi matematika yang
berbeda pula. Menurut teman-teman dekat Newton, Newton telah
menyelesaikan karyanya bertahun-tahun sebelum Leibniz, namun tidak
mempublikasikannya sampai dengan tahun 1693. Ia pula baru menjelaskannya
secara penuh pada tahun 1704, manakala pada tahun 1684, Leibniz sudah
mulai mempublikasikan penjelasan penuh atas karyanya. Notasi dan "metode
diferensial" Leibniz secara universal diadopsi di
Daratan Eropa, sedangkan
Kerajaan Britania baru mengadopsinya setelah tahun 1820.
Dalam buku catatan Leibniz, dapat ditemukan adanya gagasan-gagasan
sistematis yang memperlihatkan bagaimana Leibniz mengembangkan
kalkulusnya dari awal sampai akhir, manakala pada catatan Newton hanya
dapat ditemukan hasil akhirnya saja. Newton mengklaim bahwa ia enggan
mempublikasi kalkulusnya karena takut ditertawakan. Newton juga memiliki
hubungan dekat dengan matematikawan Swiss
Nicolas Fatio de Duillier. Pada tahun 1691, Duillier merencanakan untuk mempersiapkan versi baru buku
Philosophiae Naturalis Principia Mathematica
Newton, namun tidak pernah menyelesaikannya. Pada tahun 1693 pula
hubungan antara keduanya menjadi tidak sedekat sebelumnya. Pada saat
yang sama, Duillier saling bertukar surat dengan Leibniz.
[8]
Pada tahun 1699, anggota-anggota
Royal Society
mulai menuduh Leibniz menjiplak karya Newton. Perselisihan ini memuncak
pada tahun 1711. Royal Society kemudian dalam suatu kajian memutuskan
bahwa Newtonlah penemu sebenarnya dan mencap Leibniz sebagai penjiplak.
Kajian ini kemudian diragukan karena setelahnya ditemukan bahwa Newton
sendiri yang menulis kata akhir kesimpulan laporan kajian ini. Sejak
itulah bermulainya perselisihan sengit antara Newton dengan Leibniz.
Perselisihan ini berakhir sepeninggal Leibniz pada tahun 1716.
[9]
Newton umumnya diakui sebagai penemu
teorema binomial umum yang berlaku untuk semua eksponen. Ia juga menemukan
identitas Newton,
metode Newton, mengklasifikasikan kurva bidang kubik, memberikan kontribusi yang substansial pada teori
beda hingga, dan merupakan yang pertama untuk menggunakan pangkat berpecahan serta menerapkan
geometri koordinat untuk menurunkan penyelesaian
persamaan Diophantus.
Ia dipilih untuk menduduki jabatan
Lucasian Professor of Mathematics pada tahun 1669. Pada saat itu, para pengajar Cambridge ataupun pengajar
Oxford haruslah seorang pastor
Anglikan
yang telah ditahbiskan. Namun, jabatan profesor Lucasian mengharuskan
pula pejabatnya tidak aktif dalam gereja. Oleh karena itu, Newton
berargumen bahwa ia seharusnyalah dibebaskan dari keharusan penahbisan.
Raja
Charles II
menerima argumen ini dan memberikan persetujuan, sehingga konflik
antara pandangan keagamaan Newton dengan gereja Anglikan dapat
dihindari.
[10]
Optika
Replika teleskop refleksi kedua Newton yang ia presentasikan ke
Royal Society pada tahun 1672
[11]
Dari tahun 1670 sampai dengan 1672, Newton mengajar bidang optika. Semasa periode ini, ia menginvestigasi
refraksi cahaya, menunjukkan bahwa kaca
prisma dapat membagi-bagi cahaya putih menjadi berbagai spektrum warna, serta
lensa dan prisma keduanya akan menggabungkan kembali cahaya-cahaya tersebut menjadi cahaya putih.
[12]
Dia juga menunjukkan bahwa cahaya berwarna tidak mengubah
sifat-sifatnya dengan memisahkan berkas berwarna dan menyorotkannya ke
berbagai objek. Newton mencatat bahwa tidak peduli apakah berkas cahaya
tersebut dipantulkan, dihamburkan atau ditransmisikan, warna berkas
cahaya tidak berubah. Dengan demikian dia mengamati bahwa warna adalah
interaksi objek dengan cahaya yang sudah berwarna, dan objek tidak
menciptakan warna itu sendiri. Ini dikenal sebagai teori warna Newton
[13]
Dari usahanya ini dia menyimpulkan bahwa lensa teleskop refraksi akan mengalami gangguan akibat
dispersi cahaya menjadi berbagai warna (
aberasi kromatik). Sebagai bukti konsep ini dia membangun teleskop menggunakan cermin sebagai objektif untuk mengakali masalah tersebut. .
[14] Pengerjaan rancangan ini, teleskop refleksi fungsional pertama yang dikenal, yang sekarang disebut sebagai
teleskop Newton[14]
melibatkan pemecahan masalah bagaimana menemukan bahan cermin yang
cocok serta teknik pembentukannya. Newton menggosok cerminny sendiri
dari komposisi khusus logam spekulum yang sangat reflektif, menggunakan
cincin Newton untuk menilai mutu optika teleskopnya. Pada akhir 1668[
[15] dia berhasil memproduksi teleskop pantul pertamanya. Pada tahun 1671 Royal Society meminta demonstrasi teleskop pantulnya.
[16] Minat mereka mendorongnya untuk menerbitkan catatannya,
On Colour (
Tentang Warna), yang kemudian dikembangkannya menjadi
Opticks.
Ketika
Robert Hooke
mengkritik beberapa gagasan Newton, dia begitu tersinggung sehingga dia
menarik diri dari depan publik. Newton dan Hooke berkomunikasi singkat
pada tahun 1679-1680, ketika Hooke, yang ditunjuk untuk mengelola
korespondensi Royal Society, menulis surat yang dimaksudkan untuk
memperoleh sumbangan dari Newton untuk penerbitan Royal Society,
[17],
yang mendorong Newton untuk menyelesaikan bukti bahwa orbit elips
planet merupakan hasil dari gaya sentripetal yang berbanding terbalik
dengan kuadrat vektor jari-jari (lihat hukum gravitasi Newton) dan
De motu corporum in gyrum). Namun hubungan kedua ilmuwan tersebut umumnya tetap buruk sampai saat kematian Hooke.
[18]
Newton berargumen bahwa cahaya terdiri dari partikel atau
corpuscles,
yang direfraksikan dengan percepatan ke dalam medium yang lebih rapat.
Dia condong kepada teori gelombang seperti suara untuk menerangkan pola
berulang pemantulan dan transmisi oleh film tipis (Opticks Bk.II, Props.
12), tapi masih mempertahankan teori 'fits' yang menentukan apakah
corpuscles
dipantulkan atau diteruskan. Para fisikawan kemudian lebih menyukai
teori gelombang murni untuk cahaya untu menjelaskan pola interferensi,
dan fenomena umum
difraksi.
Mekanika kuantum,
foton, dan
dualisme gelombang-partikel dewasa ini hanya memiliki kemiripan sedikit saja dengan pemahaman Newton terhadap cahaya.
Dalam
Hypothesis of Light yang terbit pada tahun 1675, Newton mendalilkan keberadaan
eter untuk menghantarkan gaya antarpartikel. Kontak dengan
Henry More, seorang
teosofis, membangkitkan minatnya dalam alkimia. Dia mengganti eter dengan gaya gaib yang didasarkan kepada gagasan
hermetis tentang gaya tarik dan tolak antara partikel.
John Maynard Keynes, yang memperoleh banyak tulisan Newton tentang alkimia, menyatakan bahwa "Newton bukanlah orang pertama dari Abad Pencerahan (
Age of Reason): beliau adalah ahli sihir terakhir."
[19]
Minat Newton dalam alkimia tidak dapat dipisahkan dari sumbangannya
terhadap ilmu pengetahuan; namun tampaknya dia memang meninggalkan
penelitian alkimianya..
[20] (Ini adalah ketika tidak ada perbedaan yang jelas antara alkimia dan sains). Bila saja dia tidak mengandalkan gagasan gaib
aksi pada suatu jarak, dalam ruang hampa, dia mungkin tidak akan mengembangkan teori gravitasinya. (Lihat pula
studi ilmu gaib Isaac Newton).
Pada tahun 1704 Newton menerbitkan
Opticks, yang menguraikan secara terperinci teori korpuskular tentang cahaya. Dia menganggap cahaya terbuat partikel-partikel (
corpuscles)
yang sangat halus, bahwa materi biasa terdiri dari partikel yang lebih
kasar, dan berspekulasi bahwa melalui sejenis transmutasi alkimia
"mungkinkah benda kasar dan cahaya dapat berubah dari satu bentuk ke
bentuk yang lain, ... dan mungkinkah benda-benda menerima aktivitasnya
dari partikel cahaya yang memasuki komposisinya?" ("Are not gross Bodies
and Light convertible into one another, ...and may not Bodies receive
much of their Activity from the Particles of Light which enter their
Composition?" (
[21] Newton juga membangun bentuk primitif generator elektrostatik gesek, menggunakan bulatan gelas (Optics, 8th Query).
Di dalam artikel berjudul "Newton, prisms and the 'opticks' of tunable lasers
[22] diindikasikan bahwa Newton dalam bukunya
Opticks
adalah yang pertama kali menunjukkan diagram penggunaan prisma sebagai
pengekspansi berkas cahaya. Dalam buku yang sama dia memerikan, lewat
diagram, penggunaan susunan prisma berganda. Sekitar 278 tahun setelah
diskusi oleh Newton, pengekspansi prisma berganda menjadi pokok dari
pengembangan
laser tertalakan lebargaris sempit. Penggunaan prisma pengekspansi berkas ini berakibat terhadap pengembangan
teori dispersi prisma berganda.
[22]
Mekanika dan gravitasi
Salinan buku
Principia milik Newton sendiri, dengan koreksi tulisan tangan untuk edisi kedua
Pada tahun 1679 Newton kembali mengerjakan
mekanika benda langit, yaitu
gravitasi dan efeknya terhadap orbit
planet-planet, dengan rujukan terhadap
hukum Kepler
tentang gerak planet. Ini dirangsang oleh pertukaran surat singkat pada
masa 1679-80 dengan Hooke, yang telah ditunjuk untuk mengelola
korespondensi
Royal Society, dan membuka korespondensi yang dimaksudkan untuk meminta sumbangan dari Newton terhadap jurnal ilmiah Royal Society.
[17]
Bangkitnya kembali ketertarikan Newton terhadap astronomi mendapatkan
rangsangan lebih lanjut dengan munculnya komet pada musim dingin
1680-1681,yang dibahasnya dalam korespondensi dengan
John Flamsteed.
[23]
Setelah diskusi dengan Hooke, Newton menciptakan bukti bahwa bentuk
elips orbit planet akan berasal dari gaya sentripetal yang berbanding
terbalik dengan kuadrat vektor jari-jari. Newton mengirimkan hasil
kerjanya ini ke
Edmond Halley dan ke Royal Society dalam
De motu corporum in gyrum, sebuah risalah yang ditulis dalam 9 halaman yang disalin ke dalam buku register Royal Society pada Desember 1684
[24] Risalah ini membentuk inti argumen yang kemudian akan dikembangkan dalam
Principia.
Principia dipublikasikan pada
5 Juli 1687 dengan dukungan dan bantuan keuangan dari
Edmond Halley. Dalam karyanya ini Newton menyatakan
hukum gerak Newton yang memungkinkan banyak kemajuan dalam
revolusi Industri
yang kemudian terjadi. Hukum ini tidak direvisi lagi dalam lebih dari
200 tahun kemudian, dan masih merupakan pondasi dari teknologi
non-relativistik dunia modern. Dia menggunakan kata
Latin gravitas (berat) untuk efek yang kemudian dinamakan sebagai
gravitasi, dan mendefinisikan hukum gravitasi universal.
Dalam karya yang sama, Newton mempresentasikan metode analisis
geometri yang mirip dengan kalkulus, dengan 'nisbah pertama dan
terakhir', dan menentukan analisis untuk menentukan (berdasarkan
hukum Boyle)
laju bunyi di udara, menentukan kepepatan bentuk sferoid Bumi,
memperhitungkan presesi ekuinoks akibat tarikan gravitasi bulan pada
kepepatan Bumi, memulai studi gravitasi ketidakteraturan gerak Bulan,
memberikan teori penentuan orbit komet, dan masih banyak lagi.
Newton memperjelas pandangan
heliosentrisnya tentang
tata surya,
yang dikembangkan dalam bentuk lebih modern, karena pada pertengahan
1680-an dia sudah mengakui Matahari tidak tepat berada di pusat
gravitasi tata surya
[25]
Bagi Newton, titik pusat Matahari atau benda langit lainnya tidak dapat
dianggap diam, namun seharusnya "titik pusat gravitasi bersama Bumi,
Matahari dan Planet-planetlah yang harus disebut sebagai Pusat Dunia",
dan pusat gravitasi ini "diam atau bergerak beraturan dalam garis
lurus".(Newton mengadopsi pandangan alternatif "tidak bergerak" dengan
memperhatikan pandangan umum bahwa pusatnya, di manapun itu, tidak
bergerak.
[26]
Postulat Newton aksi-pada-suatu-jarak yang tidak terlihat menyebabkan
dirinya dikritik karena memperkenalkan "perantara gaib" ke dalam ilmu
pengetahuan.
[27] Dalam edisi kedua
Principia (1713) Newton tegas menolak kritik tersebut dalam bagian
General Scholium
di akhir buku. Dia menulis bahwa cukup menyimpulkan bahwa fenomena
tersebut menyiratkan tarikan gravitasi, namun hal tersebut tidak
menunjukkan sebabnya. Tidak perlu dan tidak layak merumuskan hipotesis
hal-hal yang tidak tersirat oleh fenomena itu. Di sini Newton
menggunakan ungkapannya yang kemudian terkenal,
Hypotheses non fingo.
Berkat
Principia, Newton diakui dunia internasional
[28] Dia mendapatkan lingkaran pengagum, termasuk matematikawan kelahiran
Swiss Nicolas Fatio de Duillier,
yang menjalin hubungan yang intens dengannya sampai 1693, saat hubungan
tersebut mendadak berakhir. Pada saat bersamaan Newton menderita
gangguan saraf.
[29]
2. Robert Boyle
(Penemu Hukum Boyle)
Robert Boyle (
25 Januari 1627 –
30 Desember 1691) adalah
filsuf,
kimiawan,
fisikawan,
penemu, dan
ilmuwan Irlandia yang terkemuka karena karya-karyanya di bidang
fisika dan
kimia. Walaupun riset dan filsafat pribadinya jelas berakar dari tradisi
alkimia, ia sering dianggap sebagai kimiawan modern pertama. Di antara karya-karyanya,
The Sceptical Chymist dipandang sebagai batu loncatan kimia modern.
Awal tahun
Boyle
lahir di Lismore Castle, di County Waterford, Irlandia, anak ketujuh
dan anak empat belas Richard Boyle, 1st Earl dari Cork dan Catherine
Fenton. Richard
Boyle tiba di Dublin dari Inggris pada 1588 selama perkebunan Tudor
Irlandia dan memperoleh janji sebagai wakil escheator. Dia telah mengumpulkan lahan yang sangat besar pada saat Robert lahir. Catherine
Fenton adalah putri dari penulis Inggris Geoffrey Fenton, yang lahir di
Dublin pada tahun 1539, dan Alice Weston, putri Robert Weston, yang
lahir di Lismore tahun 1541. [5]
Sebagai seorang anak, Boyle dipupuk untuk keluarga lokal, [6] seperti kakak-kakaknya. Akibatnya,
anak tertua dari anak-anak Boyle telah cukup Irlandia pada empat tahun
untuk bertindak sebagai penerjemah untuk ayahnya. [7] Boyle menerima les
privat dalam bahasa Latin, Yunani dan Perancis dan ketika ia berusia
delapan tahun, setelah kematian ibunya, ia dikirim ke Eton College di Inggris. Teman ayahnya, Sir Henry Wotton, kemudian menjadi provost dari perguruan tinggi.
Selama
waktu ini, ayahnya menyewa guru privat, Robert Carew, yang memiliki
pengetahuan tentang Irlandia, untuk bertindak sebagai tutor pribadi
untuk anak-anaknya di Eton. Namun,
"hanya Mr Robert terkadang keinginan itu [Irish] dan sedikit masuk di
dalamnya", tapi meskipun "alasan" yang diberikan oleh Carew untuk
mengubah perhatian mereka untuk itu, "praktek mereka Perancis dan Latin,
tetapi mereka mempengaruhi tidak Irlandia "[7]. Setelah menghabiskan lebih dari tiga tahun di Eton, Robert bepergian ke luar negeri dengan tutor Perancis. Mereka
mengunjungi Italia pada tahun 1641 dan tetap di Florence selama musim
dingin tahun itu mempelajari "paradoks dari bintang-penonton yang besar"
Galileo Galilei, yang tua tapi masih hidup pada tahun 1641.Tengah tahunPatung seorang anak muda, dianggap Boyle, pada monumen orangtuanya di Katedral St Patrick, Dublin.
Boyle
kembali ke Inggris dari Benua Eropa pada pertengahan-1.644 dengan minat
untuk penelitian ilmiah. [8] Ayahnya telah meninggal tahun sebelumnya
dan telah meninggalkan dia manor dari Stalbridge di Dorset, Inggris dan
perkebunan besar di County Limerick di Irlandia yang ia telah mengakuisisi. Sejak
saat itu, Robert mengabdikan hidupnya untuk penelitian ilmiah dan
segera mengambil tempat yang menonjol dalam band enquirers, yang dikenal
sebagai "Invisible College", yang mengabdikan dirinya untuk budidaya
dari "filsafat baru". Mereka sering bertemu di London, sering di Gresham College, dan beberapa anggota juga mengadakan pertemuan di Oxford.
Setelah
membuat beberapa kunjungan ke perkebunan Irlandia-nya dimulai pada
tahun 1647, Robert pindah ke Irlandia pada tahun 1652 tetapi menjadi
frustasi pada ketidakmampuannya untuk membuat kemajuan dalam pekerjaan
kimia. Dalam
salah satu suratnya, ia menggambarkan Irlandia sebagai [9] "negara
barbar dimana roh kimia begitu disalahpahami dan instrumen kimia
sehingga unprocurable bahwa itu sulit untuk memiliki pikiran Hermetik di
dalamnya."
Pada 1654, Boyle Irlandia kiri untuk Oxford untuk mengejar karyanya lebih berhasil. Sebuah
prasasti dapat ditemukan di dinding dari University College, Oxford
High Street di Oxford (sekarang lokasi Memorial Shelley), menandai
tempat di mana Salib Balai berdiri sampai awal abad 19. Di sinilah Boyle menyewa kamar dari apoteker kaya yang dimiliki Hall.
Membaca
tahun 1657 Otto von Guericke udara-pompa, dia mengatur dirinya dengan
bantuan dari Robert Hooke merancang perbaikan dalam konstruksi, dan
dengan hasilnya, "machina Boyleana" atau "Mesin Pneumatical", selesai
pada tahun 1659, ia mulai serangkaian
percobaan pada sifat udara [2]. Account kerja Boyle dengan pompa udara
diterbitkan pada tahun 1660 dengan judul Percobaan Baru
Fisiko-Mechanicall, Menyentuh musim semi Air, dan Efek.
Di
antara para kritikus dari pandangan yang dikemukakan dalam buku ini
adalah seorang Jesuit, Francis Jalur (1595-1675), dan itu saat menjawab
keberatan bahwa Boyle membuat menyebutkan pertama hukum bahwa volume gas
berbanding terbalik dengan tekanan dari gas, yang antara-orang berbahasa Inggris biasanya disebut Hukum Boyle setelah namanya. Orang yang awalnya dirumuskan hipotesis adalah Henry Power di 1661. Boyle termasuk referensi ke sebuah makalah yang ditulis oleh Power, tapi keliru dikaitkan ke Richard Towneley. Di
benua Eropa hipotesis ini kadang-kadang dikaitkan dengan Edme Mariotte,
meskipun ia tidak mempublikasikannya sampai 1.676 dan kemungkinan
mengetahui pekerjaan Boyle pada saat itu. [10]
Tahun
1663 yang Invisible College menjadi Society The Royal London untuk
Meningkatkan Pengetahuan Alam, dan piagam pendirian yang diberikan oleh
Charles II dari Inggris, bernama Boyle seorang anggota dewan. Pada tahun 1680 ia terpilih sebagai presiden dari masyarakat, namun menolak kehormatan dari keraguan tentang sumpah.
Dia
membuat "daftar keinginan" dari 24 penemuan mungkin yang termasuk "The
Perpanjangan Kehidupan", "Seni Terbang", "light abadi", "membuat cahaya
baju besi dan sangat keras", "Sebuah kapal untuk berlayar dengan Semua
Winds, Kapal
dan untuk tidak akan tenggelam "," cara praktis dan tertentu menemukan
Bujur "," obat ampuh untuk mengubah atau Imajinasi Exalt, Waking, Memory
dan fungsi lainnya dan menenangkan rasa sakit, tidur pengadaan
bersalah, tidak berbahaya dll mimpi ". Mereka luar biasa karena semua tetapi beberapa dari 24 telah menjadi kenyataan [11]. [12]
Itu selama waktunya di Oxford yang Boyle adalah Chevalier a. Para Chevaliers diperkirakan telah ditetapkan oleh kerajaan agar beberapa tahun sebelum waktu Boyle di Oxford. Bagian
awal tinggal Boyle ditandai dengan tindakan pasukan parlemen menang,
akibatnya periode ini menandai masa paling rahasia gerakan Chevalier dan
dengan demikian sedikit yang diketahui tentang keterlibatan Boyle luar
keanggotaannya.
Pada tahun 1668 ia meninggalkan Oxford untuk London di mana ia tinggal di rumah adiknya, Lady Ranelagh, di Pall Mall.Kemudian tahunPlak di lokasi percobaan Boyle dan Hooke di Oxford
Tahun
1689 kesehatannya, tidak pernah sangat kuat, mulai serius dan ia gagal
secara bertahap menarik diri dari keterlibatan publik, berhenti
komunikasi kepada Royal Society, dan iklan keinginannya untuk dibebaskan
dari menerima tamu, "kecuali atas kesempatan yang sangat luar biasa",
pada Selasa dan Jumat pagi hari, dan Rabu dan Sabtu sore. Dalam
olahraga dan rekreasi sehingga diperoleh ia ingin "merekrut
semangatnya, berkisar surat-suratnya", dan mempersiapkan beberapa
penyelidikan kimia penting yang ia mengusulkan untuk meninggalkan
"sebagai semacam warisan Hermetik kepada murid-murid rajin seni yang",
tapi yang ia lakukan tidak membuat dikenal alam. Kesehatannya
menjadi lebih buruk lagi pada tahun 1691, dan ia meninggal pada tanggal
31 Desember tahun itu, [13] hanya seminggu setelah kematian adik dengan
siapa ia telah tinggal selama lebih dari dua puluh tahun. Boyle meninggal karena kelumpuhan. Ia dimakamkan di gereja St Martin-in-the-Fields, khotbah pemakamannya yang dikhotbahkan oleh temannya Gilbert Uskup Burnet. Dalam wasiatnya, Boyle dikaruniai serangkaian Ceramah yang kemudian dikenal sebagai Ceramah Boyle.
3.James Prescott Joule
(Penemu satuan Joule)
 |
| James Prescott Joule |
James Prescott Joule (lahir di
Salford,
Inggris,
24 Desember 1818 – meninggal di
Greater Manchester,
Inggris,
11 Oktober 1889 pada umur 70 tahun) ialah seorang
ilmuwan Inggris. Ia dikenal sebagai perumus
Hukum Kekekalan Energi, yang berbunyi,
| “ |
Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan. |
” |
Ia adalah seorang ilmuwan Inggris yang berminat pada fisika. Dengan percobaan, ia berhasil membuktkan bahwa panas (
kalori)
tak lain adalah suatu bentuk energi. Dengan demikian ia berhasil
mematahkan teori kalorik, teori yang menyatakan panas sebagai zat alir.
Salah satu satuan energi—
Joule—dinamai atasnya.
Biografi
James adalah putra kedua dari lima bersaudara. Ia berasal dari keluarga kaya. Ayahnya,
Benjamin Joule, adalah seorang pengusaha yang mempunyai pabrik pembuatan
bir.
Walaupun berasal dari keluarga kaya, namun James tidak bisa bersekolah
seperti anak-anak umumnya. James kecil menderita penyakit kelainan
tulang belakang,
yang membuatnya harus banyak beristirahat di rumah. Karena tidak bisa
bersekolah, maka sang ayah pun mencarikan guru privat untuk mengajari
James di rumah. Karena kondisi kesehatannya buruk, James tumbuh menjadi
seorang yang pendiam dan pemalu.
Sebagai anak pengusaha kaya, James boleh dikatakan dapat melakukan
apapun. Ia bebas membaca berbagai macam buku yang disukainya. James
sangat tertarik pada
listrik. Ia kerap kali melakukan percobaan
seram dengan mengalirkan aliran arus listrik kecil ke tubuh pelayan-pelayannya.
Melihat James begitu menyukai sains, maka pada usia 16 tahun, ayahnya mengirim James ke
Universitas Manchester. Di sana ia mengikuti beberapa pelatihan sains yang diajarkan oleh
John Dalton.
Sekembalinya dari pelatihan sains, ayah James membangun laboratorium
itu pribadi di ruang bawah tanah bagi putranya. Di laboratorium itu,
James melakukan berbagai eksperimen untuk menemukan hubungan antara
energi panas dan listrik.
Pada tahun
1840, James menerbitkan sebuah karya ilmiah tentang panas yang dihasilkan oleh arus listrik. Lalu pada tahun
1843,
ia menerbitkan kelanjutan karya ilmiahnya tentang bagaimana mengubah
kerja menjadi panas. Ia melakukan eksperimen menggunakan roda berpedal.
Akhirnya dari situ James merumuskan konsep
fisika mengenai
kesetaraan energi mekanik dan energi panas.
Empat tahun kemudian, ia berhasil merumuskan
hukum kekekalan energi, yang merupakan hukum pertama dari
hukum termodinamika.
Hukum itu menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau
dimusnahkan, tapi dapat berubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi
lainnya.
Pada tahun
1847 James bertemu dengan
Lord Kelvin atau
William Thomson,
di acara diskusi sains. Lord Kelvin tertarik dengan penemuan-penemuan
James dan karya-karya ilmiah yang pernah dipublikasikan. Ia pun mengajak
James untuk bekerja sama. Dari kerja samanya, maka lahirlah suatu
konsep fisika yang disebut
Efek Joule-Thomson. Efek Joule-Thomson
lalu berkembang menjadi ilmu yang memelajari tentang sifat materi pada
suhu sangat rendah. Ilmu itu disebut
Kriogenik.
4.Albert Einstein
(Penemu Hukum Kekekalan Energi atau disingkat E=mc²)
 |
| Albert Einstein (1921) |
Albert Einstein (lahir di
Ulm,
Kerajaan Württemberg,
Kerajaan Jerman,
14 Maret 1879 – meninggal di
Princeton,
New Jersey,
Amerika Serikat,
18 April 1955 pada umur 76 tahun) adalah seorang
ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam
abad ke-20. Dia mengemukakan
teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan
mekanika kuantum,
mekanika statistika, dan
kosmologi. Dia dianugerahi
Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang
efek fotolistrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis".
Setelah teori
relativitas umum
dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang
tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya
melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam
sejarah, dan dalam
budaya populer, kata
Einstein dianggap bersinonim dengan
kecerdasan atau bahkan
genius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia.
 |
| Albert Einstein, Tokoh Abad Ini (Person of the Century) |
Pada tahun
1999, Einstein dinamakan "Tokoh Abad Ini" oleh majalah
Time.
Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam
fotokimia dinamai
einstein, sebuah
unsur kimia dinamai
einsteinium, dan sebuah
asteroid dinamai
2001 Einstein.
Rumus Einstein yang paling terkenal adalah
E=mc²
Masa muda dan universitas
Einstein dilahirkan di
Ulm di
Württemberg,
Jerman; sekitar 100 km sebelah timur
Stuttgart. Bapaknya bernama
Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan
elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan
Yahudi; Albert disekolahkan di
sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran
biola.
Pada umur lima tahun, ayahnya menunjukkan
kompas
kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong"
ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan
pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam
hidupnya. Meskipun dia membuat
model dan
alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh
dyslexia, sifat
pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada
otaknya
(diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan
untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan
berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu
mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya,
berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia
menderita
Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan
autisme.
Einstein mulai belajar
matematika pada umur dua belas tahun. Ada
gosip
bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi
ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun
berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap
dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan
memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.
Pada tahun
1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari
München ke
Pavia,
Italia (dekat kota
Milan).
Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu
semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia.
Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk
Eidgenössische Technische Hochschule
(Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya
adalah sebuah langkah mundur dia oleh keluarganya dikirim ke
Aarau,
Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun
1896, Einstein beberapa kali mendaftar di
Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan
Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
Pada
1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada
Mileva Marić, seorang
Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman
Nikola Tesla). Pada tahun
1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh
Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negara Swiss pada
1901.
Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains
kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki
seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun
1902.
Lieserl Einstein, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.
Kerja dan Gelar Doktor
Albert Einstein, 1905
Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan
mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah
professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan
sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun
1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten
penemu
untuk alat yang memerlukan pengetahuan fisika. Dia juga belajar
menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk,
dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar".
Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi
kepraktisan hasil kerja mereka.
 |
| Albert Einstein (1947) |
Einstein menikahi Mileva pada
6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan. Pada
14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini,
Hans Albert Einstein, lahir. Pada
1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar
doktor setelah menyerahkan thesis "
Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("
On a new determination of molecular dimensions") pada tahun
1905 dari Universitas
Zürich.
Pada tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak
sastra sains
yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia
diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis
itu (tentang
gerak Brownian),
efek fotolistrik, dan
relativitas khusus) pantas mendapat
Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah
ironi,
bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas,
tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan
Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat
thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin
mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil
menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama
beberapa dekade.
Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "
Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "
Annus Mirabilis Papers" (dari
Latin:
Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (
IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein pada tahun
1905 sebagai Tahun Fisika 2005.
Gerakan Brownian
Albert Einstein, 1951 (saat ulang tahun ke 72, diambil oleh Arthur Sasse, photographer)
Di artikel pertamanya pada tahun
1905 bernama "
On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang
gerakan Brownian. Menggunakan
teori kinetik
cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena,
yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade
setelah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar
pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada
atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada
mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial.
Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguna, tetapi
fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom itu
benar-benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang
kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung
atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa.
Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu
Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brown.
5.Marie Skłodowska Curie
(Penemu Unsur Radium)
 |
| Marie Sklodowska Curie |
Marie
Curie-Sklodowska, sering disebut sebagai Marie Curie atau Madame
Curie (7 November 1867 - 4 Juli 1934), adalah seorang ahli fisika dan
kimia Polandia, bekerja terutama di Perancis, yang terkenal untuk
penelitian perintis nya di radioaktivitas. Dia
adalah wanita pertama yang memenangkan Hadiah Nobel, satu-satunya
wanita untuk menang dalam dua bidang, dan satu-satunya orang untuk
menang dalam ilmu beberapa. Dia
juga profesor wanita pertama di University of Paris (La Sorbonne), dan
pada tahun 1995 menjadi wanita pertama yang dimakamkan pada kemampuannya
sendiri dalam Panthéon Paris '.
Ia
dilahirkan Maria Salomea Sk ³ odowska (diucapkan [marja salɔmɛa
skwɔdɔfska]) di Warsawa, dalam apa yang kemudian Kerajaan Polandia. Dia belajar di Universitas rahasia Terapung Warsawa dan mulai pelatihan praktis ilmiah nya di Warsawa. Pada
tahun 1891, usia 24, ia mengikuti kakak nya Bronisława untuk belajar di
Paris, di mana dia memperoleh gelar nya lebih tinggi dan melakukan
pekerjaan selanjutnya ilmiah nya. Dia berbagi nya 1903 Penghargaan Nobel dalam Fisika bersama suaminya Pierre Curie dan Henri Becquerel dengan fisikawan. Dia adalah pemenang tunggal 1911 Nobel Kimia.
 |
| Pierre Curie (Suaminya Maria Curie) |
Prestasi
nya termasuk teori radioaktivitas (sebuah istilah yang ia diciptakan),
teknik untuk mengisolasi isotop radioaktif, dan penemuan dua elemen,
polonium dan radium. Di bawah arahnya, studi pertama di dunia dilakukan dalam pengobatan neoplasma, dengan menggunakan isotop radioaktif. Dia mendirikan Institut Curie di Paris dan di Warsawa, yang tetap pusat utama penelitian medis hari ini. Selama Perang Dunia I, ia mendirikan lapangan militer pusat pertama radiologi.
Sementara
warga negara Perancis, Marie Curie-Sklodowska (dia menggunakan nama
keluarga keduanya) tidak pernah kehilangan rasa nya identitas Polandia. Dia mengajarkan anaknya bahasa Polandia dan membawa mereka pada kunjungan ke Polandia. Dia
bernama unsur kimia pertama yang ia menemukan - polonium, yang ia
pertama kali diisolasi pada tahun 1898 - setelah negara asalnya [a].
Curie meninggal pada tahun 1934 dari anemia aplastik disebabkan oleh bertahun-tahun dari paparan radiasi.